Chapter 68 of 83

ubin bandara

[✔] Tacenda137 words~1 min read

Puan Tidak Tahu Diri datang menyapa

Yang ditatap tidak berani bersuara

Di dekat kakinya duduk yang dipanggul

Kerlingan matanya labuh pada yang diseret sebatas pinggul

Puan Tidak Tahu Diri datang berbisik

Yang ditelisik merasa terusik

Kusut pula kertas di genggamannya

Pengganti pundi yang dia buang

Hasil keringat dari seberang pulau

Puan Tidak Tahu Diri lantas tertawa

Yang dihibur hendak berderai air mata

Sembilan puluh menitnya akan segera tiba

Menghabiskan satu bulan dalam sekejap mata

Puan Tidak Tahu Diri terdiam

Buku dan atap membuatnya bimbang

Nasi dan air menjadikannya risau

Apa yang dikasihinya akan masukkan ke mulut

Kala dia memaksa apa yang sebenarnya tak sanggup

Puan Tidak Tahu Diri mulai berjalan

Kertas di tangannya kembali rapi

Beban yang dipanggulnya tetap membuatnya tegak berdiri

Walau nyatanya dia ingin mati di setiap ubin yang ditapaki

20 Desember 2019

Aku pulang