Chapter 13 of 38

11

JALUR LANGIT SANG GUS |end|1,631 words~9 min read

"jangan penah dendam kepada seseorang karena dilakukan dengan tidak adil, biarkan Allah yang membalasnya karena Allah maha adil"

Garrensya Azkara Al-Ghifari

-----

Malam sudah menjadi pagi yang cerah. Garren bersiap untuk mengajar dan asya bersiap untuk bersekolah. Senyumm asya tidak luntur sedari tadi. Ia merasa sangat bahagia dicintai seseorang seperti garren.

"Sudah siap sekolah zawjati?" Tanyanya

"Siap komandan " ucap asya lalu berhormat kepada garren

"Lucu sekalii, istri siapa sih?" Tanyanya lalu menoel-noel hidung asya dengan gemas

"Istri cantiknya mas Garren Azkara Al-Ghifari " ucapnya dengan senyum manis

"Iyaa deh istri mungilnya garren" ucapnya

"Asya udah gede nggak ada yang boleh bilang asya bocil, mungil, kecil. Pokonya asya udah gede" ucapnya lalu melirik garren dengan tatapan Sinis

"Iyaa zawjati, maafin mas yaa sayang. Udah ayoo berangkat " ucapnya lalu mengandeng tangan garren.

" AYOO. READY GO!!!!" Ucap asya lalu meninggalkan garren dikamar sendiri.

Bagaimana jika asya mempunyai bayi apakah bayi akan menjaga bayi? Pikir garren tetapi sepertinya Lucu. Garren hanya bergeleng-geleng kepala.

"Ehh ning asya, gus garren nya ada?" Tanya ustazah Aisyah

"Masih dikamar. Nah itu dia" jawab asya dengan kesal

"Yasudah saya duluan, assalamu'alaikum" ucap asya segera pergi lalu ingin menguping sedikit pembicaraan Aisyah dan garren.

"Walaikumsalam" jawabnya bersamaan

"Ada apa ya ustazah? Saya tidak bisa lama-lama karena ingin mengajar juga." Tanyanya

"Saya ingin berbicara penting dengan Gus garren"

"Langsung keinti saja, saya tidak mau berlama-lama karena bisa terjadi fitnah " ucap garren lalu melihat arjoli di tangannya. Aisyah tersenyum licik.

"Iya Gus, saya hanya ingin menawarkan diri sebagai istri kedua Gus. Untuk memberikan keturunan karena saya sangat menyayangi gua" ucapnya membuat garren kaget

"Apa maksud anda ustrazah?" Tanya garren dengan sangat tegas. Matanya sudah lurus kedepan terlihat ia sedang berusaha meredam amarah.

"Karena saya liat asya belum bisa memberikan Gus keturun. Saya ingin memberikan gus turunan. Niat saya baik gus" ucapnya dengan menunduk tetapi asya melihat wajah Aisyah yang memerah

"Saya sudah berjanji agar tidak menduakan istri saya. Saya jugaa tidak mempermasalahkan anak, jika Allah belum menghendakinya lalu saya harus bagaimana? Saya hanya bisa berusaha. Apakah anda pantas berbicara seperti itu? Anda adalah ustrazah tetapi sikap anda tidak mencerminkan seorang ustadzah." Ucap garren

"Saya lebih baik dari asya Gus. Saya paham agama sedangkan asya dia tidak tahu apa-apa. Say-"

"Saya suaminya sudah kewajiban saya untuk membimbing agama untuk asya. Jika kamu paham agama apa kamu tidak malu merendahkan harga diri kamu didepan saya?" Tanya garren membuat Aisyah bungkam tetapi ia belum menyerah.

"Sudah mungkin itu saya ya ustazah saya juga tidak bisa berlama-lama, saya pamit terlebih dahulu. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatu" ucapnya lalu meninggalkan Aisyah

Tangan Aisyah terkepal. "Tunggu saja pasti akan ada kejutan bagus setelah ini" batinnya dengan senyum licik.

---

"Bicara apa mas?" Tanya asya seperti orang yang tidak tahu apa-apa, padahal ia tau hal apa yang dibicarakan

" Nanti saja, ayo sarapan" ucap garren lalu mempersilahkan asya duduk

"Hem" jawab asya kesal

"Kenapa kok kaya diem-dieman gitu si mas?" Tanya Aya

"Tanyaa mbakmu aja" ucapnya lalu melahap nasi goreeng

"Kenapaa mbakk asya?" Tanyanya

"Sudah-sudah nanti lagi bicaranya makan duluu" ucap Abi

"Berdoa dulu ren" ucap Uma

"Sudah di dalam hati Uma" jawabnya

"Yauda" Abi langsung memimpin doa makan walupun garren sudah makan terlebih dahulu

setelah makan asya masih mendiami garreb tetapi garren memilih ikut diam nanti saja yang menjelaskan. toh dia hanya mengajar sampai siang.

---

Waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang. Garren bergegas untuk pulang dan membicarakan baik-baik kepada asyaa. Garren ingin bercerita tadi tetapi pikirnya akan membuat asya tidak fokus ujian.

Asya sudah memegang ponsel walupun dibatasi hanya untuk hal-hal penting dan chat dengannya. Ia menghubungi asya apakah istri tercintanya sudah pulang?

Istrinya garren yang emoyy❤️

Hari ini

Anda

Sudah pulang sayang?

14.17

Istrinya garren yang emoyy❤️

Udah mas.

14.20

Anda

Tunggu humairakuu, aku sudah diperjalanan pulang kita bicarakan baik-baik ya

14.21

Read

Garren hanya menghembuskan nafas kasar ternyata istri tercintanya masih marah kepadanya. Tidak lama garren sudah sampai dindalem. Ia masuk hanya mendapati umanya yang sedang membaca buku diruang tamu.

"Assalamu'alaikum umaa, istri garren dimana?" Tanyanya

"Walaikumsalam, dikamar lagi istirahat, ada masalah apa mas?" Tanya uma

"Tadi cuma ribut sedikit Uma. Ini garren niat mau menjelaskan" ucapnya lalu memeluk ibunya

"Yasudah cepat selesaikan. Tidak baik loh ribut lama-lama" ucap uma mengelus punggung garren

"Siap umakuu sayang" ucap garren mencium pipi ibunya

"Ngapain cium-cium istri Abi? Kan udah punya istri sendiri" ucap abi cemburu

"Kan ini uma garren Abi!" Ucapnya marah

"Ini istri saya Garrensya Azkara Al-Ghifari" ucap Abi tidak mau kalah

"Ta-"

"Sudah too bi, cuma sama anak sendiri kok cemburu. Garren mending selesaiin dulu sana masalahnya" ucap Uma

"Uma ngusir garren?" Tanyanya dengan berkaca-kaca

"Iya" jawabnya tetapi bukan uma yang menjawab melainkan abinya

"Udah sana mas" ucap Uma

"Iyaa garren naik assalamu'alaikum"

"Walaikumsalam"

---

Asya dikamar sedang menunggu garren. Ia selalu terpikirkan oleh ucapan ustazah Aisyah seperti ucapannya membayang bayangi nya.

Ceklek

"Assalamu'alaikum, zawjati suamimuu sudah pulang" ucapnya tetapi tidak ada jawaban dari asya. Asya melamun sampai tidak dengar jika garren sudah masuk kamar. Ia duduk menghadap ke balkon kamar Garren.

"Heii sayang" ucap garren membuyarkan lamunan asya.

"Eh, mas garren. Kok nggak salam " tanyanya

"Sudah salam kamu yang tidak dengar zawjati" ucapnya lalu menggendong tubuh asya

"Aaaaa turunin asya mas!" Ucapnya. Lalu garren meletakkan asya dipinggir ranjang. Lalu ia bergegas menuju balkon untuk menutupnya.

"Sayang" ucap garren langsung memeluk tubuh asya lalu asya mendengar tangisan

"Jangan marah hiks hiks maafin allen. Allen nakal huaa maafin" ucap garren membuat asya kaget. Bagaimana tidak kaget? Seorang Gus yang terlihat cuek tetapi aslinya manja, cengeng, cemburuan, bucin. Asya menyukai sifat garren karena menurutnya lucu.

"Kenapa nangis?" Tanya asya lalu menghapus jejak air mata dipipi garren

"A-allen bikin k-amu ma-marahh. Huaa maafin Allen" ucapnya lagi tetapi dengan suara tangisan yang lebih keras.

"Sudah yaa nda boleh nangis. Ayo cerita" ucap asya lalu mengusap usap punggung garren.

"Mau sambil bobo" ucapnya lalu menunjukkan paha asya. Asya yang peka mengangguk. Garren menjadikan paha asya sebagai bantal lalu asya mengusap-usap rambut garren.

Garren memulai cerita apa yang dibicarakan. Garren tidak menambah-nambahkan atau mengurangi kata-kata nya. Ucapannya seperti yang asya lihat.

"Kamu nggak usah takut aku diambil dia. Aku ga bakal mau! maunya sama kamu terus titik" ucapnya membuat asya gemass

"Iya asya percaya mas" ucapnya lalu mengecup pipi garren

"Dicini ecok akal ada dede ayi yang lucu" ucapnya dengan menirukan suara seperti anak kecil

"Iya amin mass." Jawab asya

"Mau punya berapa sayang?" Tanya garren membuat asya tidak paham

"Apanya?" Asya berbalik tanya kepada garren

"Dede bayi" jawabnya

"3 cukup mas" ucapnya

"Nggak paling sedikit 6 ya" ucapnya lalu mengecup pipi asya

"Gila kamu" ucapnya tak habis pikir

"Nggak gila sayang, aku sehat. nanti klo banyak anak banyak rezeki jadi buat yang banyak ya!" Ucapnya dengan semangat

"Sedikasinya aja mas" ucap asya

"Iyaa" jawab garren

---

Saat ini asya dan garren sudah selesai sholat isya mereka berdoa bersama. Lalu garren tidur di paha asya lagi.

"Akhirnya saya bisa menjadi imammu disetiap sujudmu" ucapnya lalu senyum manis.

"Apa-apaan kok pake akuu" ucap asya kesal

"Oke-oke ralat. Akhirnya aku bisa menjadi imammu disetiap sujudmu" ucapnya lalu mengecup pipi dan pucuk kepala asya.

"Hemm" jawabnya

"Jangan marah sayang, mending aku ceritain dulu pas aku dapetin kamu dari ayah kamu?" Ucap garren.

"Ceritain cepet" ucapnya semangat

Dia menceritakan bagaimana saat dulu ia bilang kepada umanya untuk bersama dengan asya selalu. Dan garren berbicara sesuatu.

"Inget nggak dulu aku pernah janji sama kamu?" Tanyanya lalu dijawab gelengan kepala asya

Flashback on

"Janji yaa kita harus saling sayang dan bersama terus" ucap anak lelaki kepada anak kecil didepannya. Dan memberikan jari kelingking.

"Janji" jawabnya lalu mengambil jari kelingking anak lelaki itu.

"Kenapa au saling ayang dan beysama teyus" Tanya anak kecil itu

"Karena biar setiap saat aku bisa jailin kamu hahaha" jawabnya lalu tertawa

"Ih Abang ngeselin" ucapnya lalu memukul dada anak lelaki

"Bercanda kok" jawabnya lalu tertawa.

"Aku berjanji akan melindungi mu selalu semoga kita berjodoh yaa Asyara Alhumaira" batinnya lalu tersenyum

Beberapa hari kemudian

"Abang harus pindah ikut Abi" ucapnya

"Kenapa hiks hiks, ala, nda punya temen lagi selain Abang kala" jawabnya

"Besok ketemu lagi yaa, abang pamit. Dada adek, semoga bisa ketemu lagi" ucapnya lalu melambaikan tangan dengan rasa sedih ia melangkahkan kaki keluar dari pekarangan rumah ala.

Flashback off

"Itu kamu mas?" Tanya asya

"Iya, siapa lagi?" Ucap garren

"Tapi dulu kenapa aku panggil kamu kara?" Tanyanya

"Kan dulu aku dipanggil azkaraa sayang" jawabnya

"Ih kok asya nggak ngelain mama, sama Abi kamu pas awal asya Dateng kesini" ucapnya

"Yaa kan mukanya berubah raa, dulu masih muda sekarang udah tua" ucap garren

"Nggak boleh bilang orang tua kaya gitu mas! Itu orang tua kamu" ingat asya

"Iya maafin" ucapnya

"Dan sekarang kara yang jail sudah sah menjadi suami Ara" ucap garren lagi lalu menciumi seluruh wajah asya karena gemas.

"Ish mass!" Ucapnya kesal

"Hehehehe maafin zawjati" ucap garren

"Keluar yuk besok mas. Katanya ada tempat seblak baru dideket sini sekalian jalan-jalan" ucap asya

"Seblak? Apa itu seblak?" Tanya binggung

"Yaa pokonya mas. Ya ya mau yaa" ucapnya

"Iya zawjati yang penting kamu seneng." Jawabnya lalu diangguki asya

"Bobo yuk" ajak asya

"Cium dulu baru bobo" Jawab garren

"Nggak mau mas! " Ucapnya kesal

"Yaudah bobo sendiri" ucap garren

"Ih asya nggak bisa bobo kalo-"

"Nggak di peluk mas" ucap garren dengan menirukan asya

"Ihh ih mas bobo di luar!" Ucapnya marah

"Maaf zawjati maaf yaa. Enggak deh janji gak tak ulang" ucapnya dengan memohon

"Terserah asya capek" Ucapnya lalu membelakangi garren

"Aaaa peluk sayang" ucapnya hampir menangis

"Gak" jawabnya judes lalu terdengar suara tangisan. Garren pasti menangis pikir asya.

"Hiks hiks ayang peluk" ucapnya tetapi diabaikan asya

"Hua maafin"

"Maafin sayang"

"Allen salah minta maaf"

Setelah sekian lama garren tertidur dengan sendirinya lalu asya memeluknya.

-----

Maaf ni kalo masih kurang panjang🙏🏻 aku usahain lebih panjang lagi yaww!

Gimana di bab ini??

Jangan lupa vote dan comment yaaww

Terimakasih semuanyaa💐

Contents
Contents

Comments(0)

Join the discussion — sign in to leave a comment

Sign In to Comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!