Halaww, mauu ucapin terimakasih buatt semuanya yang udah baca, support dan kasih saran. Dann makasii jugaa buat kalian semuanya karena berkat kalian semua ceritaku tembus 1k pembacaa. Huhuu bersyukur banget dulu ngga berekspektasi tinggi kalo ceritanya rame hehehe, i lovee uuu kalian semuaaðð¤.
-----
"Jangan mudah menyerah karena allah tidak akan memberikan ujian kepada hambanya melebihi kemampuannya"
Garrensya Azkara Al-Ghifari
-----
Waktu sudah menunjukkan pukul 2 dini hari. Garren terbangun karena sebuah tangan melingkar di pinggangnya. Ya tak lain adalah asya.
"Ternyata dia peluk aku. Istri aku kok gengsi-gengsi sih" ucapnya
"Engh"
"Heii sayang ayo bangun dulu sholat yuk" ajak garren lalu menciumi pipi asya
"Jam berapa mass?" Tanyanya lalu mengucek-ngucek matanya.
"2 sayang, heii matanya jangan di kucek-kucek gitu sayang" ucapnya lalu mengambil tangan asya agar berhenti mengucek-ngucek matanya.
"Kamu mandi dulu sana. Mas yang nanti ya sayang lagian hari ini kita libur jadi nggak buru-buru" ucap garren dengan mengelus rambut asya yang bergelombang hitam pekat.
"Iyaa, mau jalan-jalan nya kapan mas?" Tanyanya
"Abis Dzuhur aja ya sayang" ucapnya lalu diangguki asya dan asya langsung menyandarkan kepalanya di dada garren
"Alhamdulilah, Ternyata asya udah lupa sama yang tadi malem" batinnya
"Oh iya" Ucap asya membuat garren kaget
"Kenapa sayangku?" Tanya nya
"Ish tangannya was kan asya masih marah soal tadi malem" ucapnya lalu berjalan kekamar mandi untuk mandi
"Bau aja bilang alhamdulilah eh malah keingett" ucapnya lalu geleng-geleng kepala pusing. Garren bergegas untuk membereskan tempat tidur. Karena bukan sepenuhnya tugas rumah tangga adalah hanya tugas istri.
Setelah asya keluar garren bergegas untuk mandi. Mereka lalu menjalankan sholat tahajud. Setelah itu Garren mengajak asya untuk setor hafalan namun Asya tidak tahu kenapa hari ini ia sangat mengantuk.
"Mas, besok aja hafalannya asya ngantuk banget" ucapnya
Garren mengangguk lalu menepuk-nepuk pahanya agar saya tidur disitu. "Mau aku sholawatin?" Tanyanya lalu diangguki asya
"Baikan dulu tapi ya" ucap garren
"Baikan" jawabannya
"Thoohirul qolbi naqiyyun Dzaakirulillaah...
"Al-Mushthofas shofii sholla a'layhillaah...
"Akhlaaquhu wa shifaatuhu subhaana man sawwaah...
"Huwa qudwatii wa habiibii wa da'watunnajaah...
Asya sudah tertidur. Garren mengambil kitab yang ada disampingnya.
Adzan subuh sudah berkumandang garren sedang membujuk asya untuk bangun terlebih dahulu.
"Bangun duku yuk, bobo nanti lagi" ucapnya mengelus pipi asya
"Sayang bangunn yuk" ucapnya lagi. Asya belum bangun juga lalu garren mencium kedua pipi asya dan pucuk kepala lalu asya bangun
"Kebiasaan yaa" ucapnya dengan suara khas bangun tidur
"Hehehe, kamu nggak bangun-bangun sayang jadi aku cium biar bangun itung-itung pahalaa pagii" ucapnya menggoda asya
"Apasih mas?!" Jawabnya kesal
"Bener sayang" ucap garren
"Asya mau wudhu. Awas mas" ucapnya
"Iya sayangkuu" Jawab garren. Setelah itu mereka sholat berjamaah. Asya membereskan sajadah. Ia berniat keluar untuk memasak.
"Bentar sayang" ucap garren mencegah asya keluar kamar.
"Kenapa mas?" Tanyanya
"Nanti sekalian cek rumah ya. Besok kamu lulus insyaallah siap pindah. Atau besok nginep disana sayang?" Ucap garren
"Iya gapapa cek dulu. Besok nginep asya sih nggak papa. Ikut mas aja" jawabnya senyum manis.
"Masyaallahh istrinya garren ini" ucap garren mencubit pipi asya gemas
"JANGAN DICUBIT PIPI ASYA MAS" ucapnya marah.
"Maaf sayangg sengaja" jawabnya dengan memperlihatkan gigi rapihnya
"MAS!?"
"Enggak bercanda sayangku cintaku" jawabnya
---
Waktu Dzuhur sudah tiba asya dan garren bersiap-siap untuk pergi.
"Yang" ucap garren
"Hem?" Tanya asya
"Pake cadar yaa? aku nggak mau kecantikan istriku dinikmati banyak orang. Klo mau nanti beli yng banyak sekalian" ucap Garren
"Iyaa mas. Tapi asya nggak punya cadar sekarang" jawabnya
"Aku udah beliin sayang, cek di lemari aja" ucapnya lalu diangguki asya
"Akuu tunggu didepan ya, sekalian manasin mobil" ucapnya lagi
"Iyaa" jawabnya
Asya masih sibuk dgn barang-barang apa yang ingin dia bawa. Garren sudah turun
"Mau kemana bang?" Tanya Aya yang duduk sofa bersama abi dan umanya
"Cek rumah baru, sekalian nginep pulang besok" jawabnya
"Yasudah hati hati mas, mana asya?" Ucap Uma
"Lagi siap-siap Uma" jawabnya
"Bajune udah le?" Tanya Abi
"Udah Abi tadi pagi udah garren siapin dimobil" jawab garren lalu asya sudah turun
"Asya sama Garren pamit ya uma,Abi. " ucap garren lalu asya dan garren menyalami tangan uma dan abi
"Iya hati-hati mas" ucap Uma
"Siap umaa, assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam"
---
Mereka sudah berada diperjalanan. Tidak ada obrolan karena asya masih kesal dengan Garren. Garren berniat untuk membuka obrolan
"Mau kemana dulu sayang?" Tanya garren
"Terserah kamu aja" jawabnya
"Beli cadar dulu ya, terus beli seblak. Mampir pantai mau nggak?" Ucap dan tawaran garren
"Asya ikut saja" jawabnya
"Yasudah"
Setelah 20menitan asya dan garren sudah sampai mall
"Pilih sesuka kamu yaa" ucapnya lalu diangguki asya. Asya memilih-milih lalu melihat warna cream dan abu-abu yang menarik membuat dirinya binggung untuk memilih salah satu nya.
"Bagus mana mas?" Tanya asya memperlihatkan cadar berwarna cream dan abu-abu
"Bagus semua sayang, beli dua-duanya aja." Jawabnya
"Mbak" ucap garren memanggil mbak-mbak yang bekerja ditempat ini.
"Kenapa yaa mas?" Tanyanya
"Ini ada yang sepaket? Gamis, hijab, cadar" ucapnya
"Ada mas" jawabnya
"Mau yang hitam 2, putih 2, abu 1, cream 1, navy 2 ukuran apa sayang?" ucapnya
"Ukuran L" ucap asya
"Nanti sekalian sama yang dipilih istri saya" ucapnya lalu diangguki mbak-mbak nya
"Siap saya siapkan dahulu ya mas" jawabnya lalu diangguki garren
"Banyak banget lho mas" ucapnya
"Nggak papa sayang" jawabnya senyum manis
"Tambahan apa lagi?" Tanyanya lalu dijawab dengan gelengan oleh asya
"Ini cantik sayang" ucapnya melihat gamis warna sage green
"Mbak, sama ini ya" ucapnya lalu diangguki
Setelah selesai asya garren mencari kedai seblak yang diinginkan asya.
"Itu mau sayang?" Tanyanya
"Iya gapapa mas" jawabnya lalu keluar dari mobil di bukakan oleh garren.
"Mau topping apa?" Tanyanya karena kedai seblaknya prasmanan
"Samain aja yang" jawabnya menunggu asya memilih toping.
"Level berapa mas?" Tanya nya
"2 aja" jawabnya
"Yang ini level 2, yang ini level 5 ya kak" ucapnya lalu diangguki oleh pelayan. Walaupun membuat garren kaget dan heran
"Minumnya es teh 2" ucapnya lagi
"Atas nama siapa kak?" Tanya pelayan
"Asya kak" ucapnya diangguki pelayan
"Udah itu saja kak?" Tanyanya
"Iya kak" jawab asya
"Kamu nggak salah pesen level 5 yang?" Tanya nya
"Enggak nggak pedes mas" jawabnya
Setelah itu pelayanan datang dengan membawa seblakk dan minumannya.
"Silahkan dinikmati ya kak, ini yang level 5 yang ini level 2" ucap pelayan
"Terimakasih ya kak" jawabnya lalu diangguki pelayan
Garren mencoba seblaknya. Ia kaget apa benar ini level 2 pedas sekalii batinnya. Karena Garren tidak bisa makan yang pedasnya terlalu.
"Pedes banget yang" ucap garren
"Enggak nih cobain punya aku" jawab asya lalu garren mencoba seblak milik asya
"Yaallah pedas sekali zawjati " ucapnya lalu meminum es teh yang berada disampingnya. Ia heran karena istrinya makan dengan sangat lahap.
"Enak?" Tanyanya
"Banget mas" jawabnya
"Yasudah kalo suka. Tapi maaf sayang aku nggak bisa makan pedas yanh terlalu pedas. Ini untuk siapa membazir jika tidak dimakan" jawabnya
"Dibungkus aja nanti klo asya mau asya makan." Jawabnya lalu diangguki garren
Setelah asya selesai makan. Garren membayar nya totalnya hanya 57.000. ia khawatir jika istrinya itu sakit perut karena makan terlalu pedas
" Perut kamu nggak sakit yang?" Tanyanya
"Alhamdulilah enggak" jawabnya
"Alhamdulilah" ucapnya
"Besok nggak boleh makan yang pedas-pedas ya. Sayang perutnya Humaira" ucap garren mampu membuat pipi asya seperti kepiting rebus
"Ya" jawabnya menahan salting
"Pintar sayangku" ucapnya lalu mengecup puncak kepala asya.
-----
Segini duluu yaww. Maaf belum bisa panjang".
Jangan lupa tinggalin jejak kalian disinii
Bantuu vote dan comment yaww
Terimakasih semuanyaað
Comments(0)
Join the discussion — sign in to leave a comment
Sign In to CommentNo comments yet. Be the first to share your thoughts!