"Akanku jaga bidadarikuu sampai titik terendah nafasku."
Garrensya Azkara Al-Ghifari
-----
Asya tidak dibolehkan garren mengerjakan pekerjaan rumah. Dari menyapu, mengepel, memasak, mencuci semua garren kerjakan. Asya hanya boleh duduk manis disofa.
Adzan Dzuhur sudah berkumandang garren baru saja duduk setelah selesai mengerjakan pekerjaan rumah. Ia lelah tetapi saat melihat senyum manis asya seperti lelah itu hilang.
"Sholat dulu terus makan yaa" ucap garren
"Iya mas. Sini bbo dulu pasti capek" ucap asya menepuk-nepuk pahanya agar garren tidur di pahanya.
"Capek banget yaa, nih keringetnya banyak banget" ucap asya mengelap menggunakan tisu keringat garren yang bercelucuran di muka
"Nggak capek kalo udah liat senyum kamu humairakuu" ucap garren
"Gombal terus mas" ucap asya
"Enggak sayang, aku kuat kok. Apa lagi besok klo diperut kamu ada dede bayi, semua pekerjaan rumah aku yang urus" ucapnya lalu mengelus-elus perut asya yang rata
"Udah pengen banget ya mas?" Tanyanya
"Pengen yang, kan kalo ada dede bayi pasti membawa berkah dan Rizki, aku nggak bakal nuntut kamu buat hamil sekarang. Aku tau kamu masih mau mengejar masa depan. Tapi kalo Allah sudah menitipkan jangan marah karena ada dia ya. Dia adalah anugerah yang dititipkan oleh Allah sama kita. Allah kasi kepercayaan sama kita buat jaga dan sayangi dia" ucap garren
"Aku nggak masalah mas kalo soal bayi, aku bakal nerima walaupun umur aku masih muda banget. Aku gapapa mas aku seneng kalo dititipin dede sama Allah jadi aku nggak kesepian terus rumah ini rame" ucap asya senyum manis
"Terimakasih zawjatiku, humairaku, sayangku, cantikku, istrinya garren terbaik" ucap garren lalu menciumi tangan asya
"Aku juga seneng banget di kasih suami yang baik, pengertian, sayang, sabar, pemaaf, paham agama. Allah baik banget sama aku yang pendosa" ucap asya senyum dengan air mata yang jatuh.
"Nggak boleh ngomong gitu sayang, manusia nggak ada yang sempurna kita semuanya punya kesalahan aku juga pernah melakukan dosa tetapi sebaik-baiknya pendosa ada bertaubat" ucap garren dengan menghapus jejak air mata asya
"Yaudah yuk sholat kan nggak boleh ditunda-tunda" ucap garren diangguki asya. Saat asya ingin berdiri garren langsung menggendong asya kekamar.
"Turunin mas! Asya bisa jalan sendiri" ucapnya
"Nggak boleh sayang" ucapnya lalu asya hanya bisa pasrah.
---
Ada seseorang yang berusaha berfikir untuk menyingkirkan asya. Ia sedang memikirkan bagaimana caranya. Ia bersama 3 anak buahnya di sebuah rumah yang terpencil.
Salah satu anak buahnya itu membisiki bosnya.
"Boleh juga sih. Kita harus samarkan identitas!" Jawabnya
"Bagaimana rencananya?" Tanyanya lalu sibosnya membisikkan rencana tersebut.
"Oke. Nanti saya akan kabari terlebih dahulu baru bertindak! Tetapi siapkan dahulu semuanya" ucapnya.
"Siap bos laksanakan" ucap anak buahnya lalu diangguki olehnya.
---
"Mau kepesantren sekarang?" Tanya asya.
"Iya yang sekarang aja" jawabnya
"Bajunya dibawa?" Tanyanya lagi
"Yang kita beli kemarin bawa aja 2, terus ditinggal disini aja yang lain. Sering-sering balik kesini aja yang biar rumahnya nggak kotor" ucapnya
"Yaudah mas"
Setelah itu asya dan garren berangkat kepesantren. Saat dimobil asya dan garren bersholawat bersama.
"Emm mas mampir beli buah ya" ucapnya
"Iyaa yang" jawabnya
Ada seseorang yang mengikuti asyaedan garren. Saat mobil itu terparkir di sebrang toko buah, ia menelepon anak buahnya.
"Target sudah muncul. Tunggu aba-aba" ucapnya
"Siap bos"
"Biarkan beli terlebih dahulu dia" ucapnya lalu menutup telpon
Asya ingin turun, tetapi garren mencegahnya.
"Aku aja yang, 'itu' mu masih sakit kan?" Cegah nya
Asya menampol mulut gareen dengan tangannya.
"Aku bisa jalan! Biar aku sendiri" ucapnya
"Ta-"
"Udah aku aja" ucapan garren dipotong oleh asya
"Yaudaa nih dompetku bawa aja" ucapnya menyerahkan dompetnya
Asya turun menyebrang. Karena disampingnya toko buah ada banyak mobil membuat garren tidak bisa parkir disana.
Asya membeli lumayan banyak buah karena dia suka buah-buahan. Seperti mangga, pir, anggur, melon, stroberi, semangka. Setelah itu asya membayar dan ia ingin menyebrang.
Asya sudah menengok kanan kiri tidak ada kendaraan. Ia menyebrang tetapi tiba-tiba ada mobil yang lewat dengan kecepatan tinggi lalu menubruk asya.
"AAAA" teriak asya
Brak
Garren menoleh melihat kejadian tersebut ia bergegas turun melihat istrinya. Asya terpental sejauh 3meter. Seseorang yang menabrak asya melarikan diri.
"JANGAN PEGANG ISTRI SAYA!" Ucapnya saat ada bapak-bapak yang ingin memegang asya. Garren langsung membopong asya dan memasukkannya kemobil.
Ia membawa asya kerumah sakit hati mutiara. Asya sedang ditangani oleh dokter. Garren mengubungi uma dan abinya. Uma dan Abi garren sudah datang. Tetapi garren masih khawatir karena dokter yqng menangani asya tidak keluar-keluar.
"Sabar mas, sholat dulu sudah masuk waktu asar" ucap Uma lalu hanya diangguki garren. Garren lalu kemusholla, ia berdoa untuk kesembuhan asya
Saat garren kembali, dokter yang menangani asya pun keluar. Garren bergegas menemui dokter itu.
"Bagaimana keadaan istri saya dok?" Tanyanya
"Ibu asya koma pak, akibat cedera dikepalanya." Ucap dokter tersebut
" Yaallah" ucap garren lemas
"Apa asya akan koma dengan waktu yang lama dok?" Tanya uma
"Tidak tahu ibu, tetapi jika ibu asya selama 4minggu belum sadar dinyatakan me-" ucap dokter dipotong oleh abi
"Yasuda dok terimakasi. Tolong pindahkan kekamar vvip ya dok" ucap Abi lalu diangguki dokter tersebut.
"Sabar mas sabar" ucap Uma menenangkan garren.
"Iya umaa"
Abi langsung mengabarkan keadaan asya kepada keluarga Asya. Bunda asya langsung pingsan melihat keadaan asya yang koma.
---
Selama seminggu asya masih belum sadar dari komanya. Garren sangat kacau dan tidak ada semangat hidup. Walaupun setiap malam garren selalu membacakan Al-Qur'an dan sholawat.
"Mas ayo makan dulu" ucap uma
"Nanti aja Uma" jawabnya
"Kamu belum makan dari kemarin mas" ucap uma khawatir
"Nanti saja Uma" ucap garren memandangi asya dan mengandeng tangan asya.
Tangan asya bergerak garren langsung memencet bel agar dokter mengecek keadaan asya.
"Uma tangan asya bergerak!" Ucapnya lalu uma mendekat
Dokter datang. Lalu mengecek keaadan asya. Lalu bunda asya masuk.
"Min-um" ucap asya lemah. Garren mengambilkan minum di samping tempat tidur asya
"Keadaannya sudah membaik, walaupun belum pulih total" ucap dokter lalu diangguki semuanya
"Saya pamit terlebih dahulu. Jika terjadi sesuatu kabarkan saya." Ucapnya lagi
"Terimakasih dokter" ucap bunda asya
"Sama-sama ibu, ini memang tugas saya" ucap dokter itu ramah. Lalu dokter keluar bersamaa suster.
"Apa nya yang sakit yang?" Tanya garren khawatir
"Semua badan asya sakit" jawabnya
"Sayangg, bundaa bersyukur banget kamu bisa melewati koma" ucapnya dengan air mata yang menetes. Bahkan keluarga asya tidak menyalakan Garren. Ayah asya tidak menanggap garren bersalah. Karena ayah Asya sangat percaya bahwa garren sudah berusaha menjaga asya.
"Asya koma?" Tanya nya
"Iya sayangg alhamdulilah kamu bisa melewati itu" ucap garren mengelus-elus kepala asya. Uma hanya menangis haru karena
Asya sudah tersadar dari komannya.
"Istirahat duku yaa, biar cepat pulih" ucap garren lalu diangguki asya.
-----
Assalamu'alaikum haii gaiss.
Maaf yaa baruu up
Jangan lupaa vote and comment yaw
Terimakasih semuanyaa.ð
Comments(0)
Join the discussion — sign in to leave a comment
Sign In to CommentNo comments yet. Be the first to share your thoughts!