"Jangan pernah menyerahkan karena diremehkan orang lain jadikan remehan orang lain sebagai motivasi untuk membuktikan bahwa kita bisa"
Garrensya Azkara Al-Ghifari
-----
Malam sudah berubah pagii asya sudah membiasakan untuk bangun pagi, tahajud, tadarus pagi dan mandi dihari masih gelap. Waktu sudah menunjukan pukul 06.40 asya sedang bersiap diasrama untuk kekelas karena kelasnya di mulai jam 07.15
"Astagfirullah" ucapnya
"Kenapa syaa?" Tanya key kaget
"Nanti setor hafalan kan sama Gus garren?" Tanya asya
"Iya lah kan jadwalnya" jawabnya
"Aku lupa hafalin itu aku fokus hafalin Ar-rahman kemarin" ucapnya panikk
"Hafalin di kelas aja, yuk udah mau masuk loh" ajak Erina
"Yaudau deh" pasrahnya
Mereka berjalan kekelas. Tidak lama garren sudah didepan kelas
"Berdoa dimulai" ucapnya. Setelah berdoa garren mengabsen nama-nama untuk maju
"Asyara Alhumaira" ucapnya lalu asya maju
"Maaf Gus asya belum hafal, asya lupa" jawabnya dengan menunduk
"Astagfirullah, sebagai hukuman temui saya sehabis ashar di ndalem" ucap garren
"Dihukum apa gus?" Tanyanya
"lihat saja nanti" jawabnya lalu mengabsen yang lain untuk setor hafalan
"Gimana?" Tanya Erina,key, dan Linda bersamaan
"Dihukum nanti sore di suruh kendalem" jawab asya
"Ya semoga ga susah hukumannya" ucap key dan diangguki mereka serempak
---
Setelah sholat ashar asya menuju kendalemm
"Assalamualaikum" ucapnya
"Walaikumsalam, eh nduk asya" jawab uma
"Iya uma, mau cari Gus garren adaa?" Tanyanya
"Dia masih dimasjid, tunggu saja disini nduk habis ini mas garren pulang" jawabnyaa
"Assalamu'alaikum umaa arren pulangg" ucapnya manjaa
"Lucu banget kalo manjaa tapii seremm kalo marah" batinnya
"Walaikumsalam, ga malu mas di lihat mba asya " tanya aya dari belakang
"Astaghfirullah " ucapnya
"Kenapa mas kok manggil asya" tanya uma
"Mau dihukum asya umaa, soalnya tadi lupa belum ngehafalin tugas dari guss" bukan garren yang menjawab tetapi malah asya yang menjawab
"Yasudah uma tinggal dulu ya nduk" ucap Uma
"Iya umaa" jawab asya dan garren bersamaan
"Cie ciee ciee" ucap aya
"Apa si dek" ucap garren
"Iyaaa deh aya mau ke asrama dulu, assalamu'alaikum" ucapnya lalu larii takut di ceramahi abangnyaa
"Walaikumsalam "
"Hafalin Al Mulk saya tungguin" ucapnya
"Gus bis-" protes asya dipotong garren
"Tidak usah protes asya!" Jawabnya dingin
"Iya Gus"
Setengah jam garren menunggu
"Sudah?" Tanyanya
"Baru separo Gus" jawabnya
"Yasudah teruskan nanti sehabis isya kesini setorkan" ucap garren
"Aaaa terimakasih Gus garren yang ganteng" ucapnya lalu memeluk garren
"Astaghfirullah jantung saya tidak aman asya" batinnya
"Hm" jawabnya
"Eh, astaghfirullah asya lupa bukan muhrim maafin asya" ucapnya
"Mau dihalalin?"tanyanya menggoda
"Boleh Gus asya suka sama Gus hehhe" jawabnya kelepasan
"Astaghfirullah mulut asya tidak bisa diajak berteman, maluu huaa mauu ke mars" batin asya
"Yasudah Gus asya pamit assalamu'alaikum" ucapnya lalu lari ia maluu
"Kita sudah halal syaa, kamu istri saya, kamu lucu sekali" ucapnya setelah punggung asya menghilang.
---
Selesai sholat asya kembali ke ndalem
"Ayo Gus" ajak asyaa
"Kemana?" Tanyanya
"Ke KUA" jawabnya
"Yaa hafalin lah" ucapnya kesal
"Oh, yasudah silahkan"
Lalu asya membacakan dengan suara merduu garren sangat menyukai suara asya apa lagi saat menghafalkan Al Qur'an.
"Saya pamit mau kembali ke asrama Gus" pamit asya
"Makan dulu nduk" ucap Uma dari dalam
"Ndak usah Uma asya udah kenyang" jawabnya
"Tadi aya gak liat mbak makan tuh" ucap aya
"Itu kata aya belum nduk sinii duluu" suruh uma
"Gaenak sama yang lain Uma" jawab asya
"Gak papa mbak" ucap ayaa
"Iya ndak papa nduk asya
"Iya Abi" jawabnya pasrah
Setelah makan asya tak lupa membantu mencuci piring lalu ia ingin pulang ke asrama
"Nduk, biar dianterin garren ya?" Tawar Uma
"Ndak usah Uma" jawabnya
"Nanti kalo ada apa-apa dijalan gimana?" Tanya uma
"Nanti jadi fitnah Uma" jawab asya
"Tidak nduk tidak akan, dianter garren yaa?" Bujuk Uma
"Iya Uma" jawabnya
"Yasudah garren sama asya pamit assalamu'alaikum" pucap garren
"Walaikumsalam"
Lalu di jalan asya membuka obrolan agar tidak canggung
"Gus risih ga sama asya?" Tanyanya
"Gak" jawabnya singkat padat dan jelas
"Suka sama asya ga Gus?" Tanyanya lagi
"Hm, Jika suka saya dekati duluu yang menciptakan saya, cintai saya karena Allah bukan karena nafsu ataupun fisik" ucap garren
Setelah itu mereka sudah sampai di asrama asya
"Sudah sampai saya pamit, assalamu'alaikum" ucapnya
"Walaikumsalam"
---
Pagii ini garren mulai mengajar di universitas yang cukup terkenal di kotanya.
"Wah gantengnya masku" ucap aya
"Masyaallahh tabarakallah nya mana aya?" Tegur Abi
"Maaf aya lupa Abi" ucapnya
"Sudah makan dulu ayo" ajak Uma
Di tempat lain seorang gadis sedang mencari seseorang
"Cari siapa sya?" Tanya key
"Hm, ga kok ga cari siapa-siapa ayo masuk kelas" ajaknya
"Aku mau cerita sya" ucap key
"Yaudah cerita " jawabnya dengan senang hati
"Aku mengagumi Gus garren aku suka dia dari awal masuk sini, dia ganteng, baik, sopan masyaallahh idamannya" ucap key
Hati asya seperti ditusuk pisau tajamm sesak didada
"O-ohh semangat ya semoga dia juga suka sama kamu" jawab asya
"Iya amin" ucapnya
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatu" ucap ustazah Aisyah masuk
"Walaikumsalam warahmatullahi wabarokatu" jawabnya serempak
"Hari ini saya menggantikan Gus garren karena Gus garren sudah mengajar di tempat lain" ucapnya
"Baik ustazah" jawab mereka
-----
Gimana di part ini??
Jangan lupa vote dan spam comment yaaww
Terimakasih semuanyaað
Comments(0)
Join the discussion — sign in to leave a comment
Sign In to CommentNo comments yet. Be the first to share your thoughts!