"Jadilah seorang yang kuat untuk segala hal yang membuat kita patah"
Garrensya Azkara Al-Ghifari
-----
"Kamu istri sah saya" ucapnya
"Aku mau bicara gus, tolong bubarkan ini semuanya" ucap asya
"untukk yang lain bisa bubar untuk bersiap sholat isya dan kalian bertiga ikut abi, cukup ini yang saya sampaikan walitofiq walidayah wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatu"
"Walaikumsalam warahmatullahi wabarokatu" jawabnya lalu keluar dari aula untuk bersiap sholat isya. Asya menarik garren ketempat yang tidak banyak orang.
"Kenapaa kesini? Kan bisa disana?" Tanyanya
"Aku mau bicara sama gus empat mata" ucapnya
"Ya sudah silahkan." Jawabnya
"Gus kenapa menikahi aku? Memang aku suka sama Gus tapi temanku juga suka sama Gus. Dia kecewa sama asya Gus" ucapnya dan garren kaget kenapa istrinya berbicara seperti itu? Batinnya
"Saya mencintaimu karena Allah dan ini takdirnya, saya tidak tahu jika temanmu suka saya tapi saya tidak suka dia saya suka kamu hanya kamu dan selalu kamu." Ucapnya
"Yaa tap-" ucapnya dipotong oleh garren
"Sudahkan saya pamit jika cari saya kendalem saja assalamu'alaikum " ucapnya
"Ih tungguin Gus. Udah jadi suami tapi ngeselin" ucap asya ditinggal garren
---
"Ternyata asya nusuk gua dari belakang. Gua tandain lu" ucapnya disela-sela tangisan
"Sabar, gaboleh dendam mungkin ini bukan takdir kamu. Asya juga ga tau kalo dia udah nikah dia ga salah" ucap Erina menenangkan key
"Dia tau gua suka kenapa dia seolah-olah menerimanya, gua benci gua benci asya" ucapnya dengan memuluk tembok
"Jangan seperti ini kamu boleh menguminya tapi tidak boleh lebih dia sudah mempunyai istri" ucap Erina
"Gua mau sendirii dulu, lu kekamar aja" ucap key
"Beneran gapapa?" Tanyanya dan diangguki key
" Jangan sampai dendam ya" ucap Erina. Key hanya diam karena masih ada rasa sakit di hatinya.
"Assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam warahmatullahi wabarokatu"
" Gua nggak ikhlas gua akan rebut dia dari lu gua bakal halalin berbagai cara agar garren bisa ditangan gua. TUNGGU PEMBALASAN GUA ASYA ALHUMAIRA" ucapnya
"Gua gak akan biarin hidup lu bahagia sama Garren. Yang cocok jadi istrinya garren tu Gua bukan lo asya" ucapnya lagii
Lalu key kabur dari pesantren untuk pulang ke ayahnya meminta agar dia bisa menjodohkan dengan Garren.
---
Saat ini asya ada di ndalem karena uma mengajak untuk tinggal dulu di ndalem. Awalnya asya menolak tetapi umanya sangat ingin asya tinggal dindalem.
Asya juga sudah tanya kepada ayahnya ternyata benar ia adalah istri sah gusnyaa ia senang karena bisa dipersatukan oleh orang yang ia kagumi tetapi ia merasa bersalah kepada key. Asya tidak ada niatan menusuk key dari belakang karena pernikahan ini asya benar-benar tidak tahuu.
Dan seluruh warga pesantren sedang mencari key karena key kabur. Ia sangat khawatir dan merasa bersalah, jika bisa di ubah biarkan key yang menjadi istri Garren tetapi tidak mungkin Garren tidak ingin menikah lagi padahal asya sudah menawarkan untuk menikah lagi dengan key tetapi Garren tetap tidak mau mempunyai 2 istri.
"Gus nikahi key yaa, key sayang dengan gus. Asya rela kalo dimadu, memiliki dua istri kan Sunnah guuss" ucapan asya membuat raut wajah Garren yang senang menjadi kesal
"Saya gamau menikah lagi, memang menikah lagi itu Sunnah tetapi saya tidak mau karena saya sangat sayang sama kamu dari kamu kecil. Saya sudah janji kepada ayahmu untuk menjadikan kamu istri satu-satunya" ucap Garren
"Soal ayah biar asya yang ngurus gus" ucap asya
"Saya tidak mau. Saya tidak suka dipaksa. Tolong hargai keputusan saya"Â ucapnya tegas
"kamu juga harus belajar mencintai saya. Saya tidak memaksa kamu untuk mencintai saya tapi saya minta tolong belajar lah mencintai saya dan saya tidak akan menambil hak saya ketika kamu belum bisa mencintai saya. Cinta akan datang karena terbiasa" ucapnya lagi lalu meninggalkan asya
"Kebiasaan deh belum asya jawab udah ditinggalin" ucapnya masih bisa didengar oleh telinga Garren tapi tetap diabaikan karena gadis yang berstatus istrinya itu sangat lah keras kepala
Asya tetap berusaha membujuk Garren. Dan ia ingin masuk kekamar Garren tetapi ragu ia hanya berdiri di depan pintu.
"Masuk saja nduk itu juga kamar aca" ucap Uma lalu di angguki asya
"Assalamu'alaikum"
Ceklek
"GUS!?" ucap asya reflek lalu Garren langsung menutup mulut asya dan menutup pintu
"Gausah teriak, aurat itu. Bukannya salam malah teriak" ucapnya
"Iya assalamu'alaikum guss, Gus kenapa coba cuma pake handuk doang kalo ganti ya langsung ganti di kamar mandi dong" ucap asya kesal tetapi ia kaget melihat bagian perut Garren seperti roti sobek.
" Walaikumsalam warahmatullahi wabarokatu"
"Punya roti sobek juga yaa, tambahan ganteng lagi kalo rambutnya basah. Baru kalii ini asya liat roti sobek langsung" batin asya
"Ngapain liat saya seperti ituu? Ya terserah saya ini kamar saya mau saya ganti di sini atau di kamar mandi bukan urusan kamu" ucapnya semabri mengambil baju Koko
"Ya minimal di kunci kalo bukan asya yang masuk gimana? Gus mau tebar pesona gitu?" Ucap nya sewott
"Ya terus ngapain kamu sewot, takut banget ya kalo suamimu ini dilihat banyak orang apa lagi telanjang dada" ucapnya menggoda asya
"Udah deh Gus mending ganti dulu asya mau ngomong" suruhnya
"Mau ngomong apa lagi kaloo kaya tadi saya males mending ke masjid" ucapnya meninggalkan asya dan menuju kekamar mandi untuk menganti baju
"Yaa liat nanti sih Gus" ucapnya berteriak untung kamar Garren kedap suara.
Setelah itu asya duduk di pinggir kasur. Setelah asya menunggu sekitar 5 menit pintu kamar mandi terbuka memperlihatkan garren yang sangat mempesona.
"Bicara apa?" Tanyanya
"Beneran nih, pangeran gateng ini suami gua? Masyaallahh banget" Batin asya
"Heh kamu malah bengong"Â ucapnya lagi
" Hah apa Gus?" Tanyanya
"Mau bicara apa?" Tanyanya lagi
"oh iya, key gimana Gus udah ketemu?" Tanyanya
"Udah dia pulang ayahnya mengabari saya tadi" ucapnya mendekat kedepann asya
"Yaudah deh kalo gitu, asya masih ga enak tapi dia suka Gus. Ayo Gus nikahin dia" ucapnya sembari menggoyangkan tubuh garren
"Gak" ucapnya lalu menjauh dari asya
"Ih Gus sini" ucap asya kesal
"Saya sudah wudhu gara-gara kamu jadi batal" ucapnya
"Yaa maaf asya gatau sih" jawabnya
"Hem" jawabnya lalu masuk kekamar mandi lagi
"Saya berangkat ke masjid duluu. Shalat di rumah saja yaa, mukena ada di lemari rak bawah, sudah saya siapkan. kalo mau ke asrama nunggu saya duluu" ucap garren berpamitan kepada asya
"Iya Gus. Hati-hati " ucapnya
Setelah itu garren berangkat asya menuju kekamar mandi untuk bersih-bersih dan wudhu. Asya langsung mengambil mukena yang diberitahu garren. ternyata ini mukena baruu apakah garren yang sengaja menyiapkan untuknya? Apa iya? Seromantis itu kah garren? Gumannya.
Setelah sholat asya tidak lupa untuk bertadarus. Ia mengambil Al Qur'an di meja belajar garren. Setelah itu asya membaca buku yang berada disamping Al Qur'an tadi.
Ceklek
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatu" ucapnya dengan menutup pintu
"Walaikumsalam warahmatullahi wabarokatu" jawab asya lalu fokus lagi membaca buku
"Disuruh uma makan malam dulu, ayo" ajak garren
"Iya" lalu asya bangkit dari duduknya dan menggandeng tangan garren.
"Cie cie, makin dektd aja nih" godaa Aya
"Iri bilang bos" ucap garren
"S-" ucap aya di potong oleh Abi
" Sudah jangan ribut didepan makanan. Ayo makan dulu" ajaknya lalu asya duduk di sebelah garren
" Mau pake apa Gus?" Tanya asya
" Sop, ayam, tempe sama sambel aja" Ucap nya lalu diangguki asya
"Segini nasinya?" Tanya asya lalu diangguki garren.
"Ren pimpin doa " ucap Abi
"Bismillahirrahmanirrahim"
"Allahuma baari lanaa fiima rozaqtanaa waqina adzabannaar"
-----
Kurang panjang ngga nii? Seru ngga??
Jangan lupa vote and comment yaaww
Terimakasih semuanyaað
Comments(0)
Join the discussion — sign in to leave a comment
Sign In to CommentNo comments yet. Be the first to share your thoughts!