Chapter 8 of 38

07

JALUR LANGIT SANG GUS |end|1,141 words~6 min read

Assalamu'alaikum semuanyaa, sebelumnya aku bilang makasih yang udah mampir ke cerita aku walaupun masih banyak kurangnya karena ya ini ceritaa pertama aku gaiss. Kalian boleh kasih kritik maupun saran yaww. Kalian juga bisa panggil aku fafa yaww aku gamau di panggil author hhe. kalo banyak yang baca makin semangat, akuu usahain konsisten gaiss.

Maaf yaw belum bisa up tiap harii soalnya lagi ngga enak badan. Pokonya terimakasih buat kalian semua yang udahh baca, vote, comment, dan follow.

-----

"Jangan memaksa orang yang kita cintai untuk membalas cinta kitaa"

Garrensya Azkara Al-Ghifari

-----

Setelah makan selesai asya membantu umi mencuci piring. Dan umi ingin membuat kopi dan susu untuk garren.

"Guss garren nggak suka susu uma?" Tanya asya

"Iya gusmu tidak suka kopi. Dia lebih memilih minum susu daripada kopi" jawab uma dan di angguki asya

"Biar susunya asya yang buat aja uma" ucapnya menawarkan diri

"Ini, susunya 2 sendok saja ca" ucap uma. Asya memasukkan susu coklat itu ke gelas dan di beri air panas

"Asya pamit ke asrama dulu ya uma"

"Tidur sini dulu aja syaa, kasian suamimu tidur sendiri terus" ucap uma

"Besok saja sya ya?" Ucap uma lagi dan asya hanya mengangguk pasrah

"Yaudah ke kamar dulu aja, habis ini shalat isya" ucap Uma

"Iya uma asya kekamar dulu ya" ucapnya dan diangguki Uma

Asya masuk kamar dan langsung mengambil wudhu. Setelah wudhu Gus garren sudah ada di kamar.

"Nggak jadi keasrama?" Tanya nya lalu di jawab dengan gelengan kepala asya, garren hanya mengangguk

"Nggak ke masjid gus? Biasanya ngimamin?" Tanya asya

"Nggak saya mau ngimamin istri saya" jawaban garren membuat pipi asya menjadi seperti kepiting rebus

"Kenapa Humaira? Pipi kamu seperti arti namamu" Tanya garren

"Ih Gus jangan panggil Humaira" ucapnya

"Kenapa? saya suka" Tanyanya lagi

"Yaudah terserah Gus" ucapnya pasrah

"Ayo sholat" lalu diangguki asya.

Setelah sholat garren memberikan tangannya ke asya. Dan di cium oleh asya ternyata asya peka juga.

"Masyaallahh banget haluan asya jadi kenyataan semuaa" batinnya

"Yaallah terimakasih atas kenikmatan hari ini. Terimakasih sudah membuat hamba dan asya bersatu, buatlah dia mencintaiku karenamu yaallah. Semoga hamba dan keluarga diberikan keselamatan dunia dan akhirat dan berikan kesehatan untuk kitaa semua. Rabbighfirli Waliwalidayya Warhamhuma Kamaa Rabbayani Saghira. Artinya: Ya Allah, ampunilah dosa ku dan dosa kedua orang tua ku. Kasihanilah keduanya sebagaimana mereka mengasihi aku sewaktu masih kecil. Aminn aminn yaallah"

"Terimakasih yaa Allah sudah menyatukan asya dan gus garren walaupun key salah faham sama asya semoga key bisa maafin asya amin"

Setelah itu asya membereskan sajadah.

"Asya tidur dimana?" Tanyanya saat garren sudah ada di kasur

"Ya sini" ucapnya sambil menepuk-nepuk kasur disampingnya

"Satu ranjang nih?" Tanyanya lagi

"Iya, saya nggak bakal apa-apa in kamu saya janji. Gulingnya dikasih tengah buat batas" ucap garren menenangkan asya dan asya mengangguk bersiap tidur, berdoa didalam hatii

Mereka tidur menghadap kanan, tetapi setelah setengah jam garren tidur ia merasakan ada seorang yang memeluknya siapa lagi kalo bukan asya. Guling yang ada di tengah sudah dibawah. Asya memeluk garren sangat erat hingga garren bisa merasakan hembusan nafas asya di lehernya. Lisannya mengucapkan istighfar agar tidak menyentuh asya lebih jauh.

Malam sudah berganti pagi menujukkan pukul 2 waktunya sholat tahajud. Saat garren membuka mata ternyata asya masih memeluknya erat. Ia sudah berusaha melepas tetapi tidak bisa dan ia berniat membangunkan asya saja.

"Humaira bangun"

"Humaira"

"Bangun yuk shalat dulu" ucap garren

"Engh"

"Hemm" jawabnya

"Pelukannya dilepas dulu saya mau bersih-bersih" ucap garren

"Emangnya asya meluk Gus tadi malam?" Tanyanya

"Hem" jawab garren lalu menuju kamar mandi.

"Perasaan tadi malem asya ga meluk apa-apa kok pagiinya meluk Gus" tanyanya kedirinya sendiri

"Agh udah la pusing" ucapnya beranjak dari kasur, dan merapihkan kasur dan menyiapkan sholat sembari menunggu garren bersih-bersih.

Garren sudah keluar dan bergantian asya yang bersih-bersih. Setelah itu mereka sholat tahajud, sembari menunggu adzan subuh garren menyimak hafalan asya. Setelah sholat asya membantu uma di dapur dan garren bersiap untuk berangkat ke kampus karena ada jam ngajar pagi. Makanan sudah siap asya ingin memanggil garren kekamar

Ceklek

"Assalamu'alaikum, gus ayo sarapan dulu" ucapnya

" Bentar saya mau bicara dulu sama kamu tunggu disitu" ucapnya

"Iya Gus" jawabnya

"Kenapa?" Tanya asya lagi

"Besok pindah dari sini ya, kerumah kita" jawab garren

"Hah rumah kita?" Tanya nya

"Iya " jawabnya

"Nggak sehabis asya lulus aja?" Tanya nya

"Asya masih pengen disini" ucapnya lagi

" Ya sudah" jawabnya

"Asya nanti mau balik ke asrama ya Gus" izinnya

"Bikin perjanjian aja gimana?" Usulnya

"Perjanjian gimana?" tanyanya

"Setiap Minggu, Selasa, kamis kamu tidur di ndalem, kalo Senin, Rabu, Jumat, Sabtu kamu tidur di asrama"

" Iya Gus gapapa" jawabnya dan diangguki garren. Lalu asya berganti pakaian sekolah. Mereka keluar kamar bersama tidak lupa garren mengandeng asyaa.

"Mau pake lauk apa Gus?" Tanyanya

"Ayam goreng aja" jawabnya dan diangguki asya.

Tidak lupa membaca doaa.

"Nasi gorengnya rasanya beda sama biasanya" ucap Aya

"Enak banget Uma, resep baru?" Ucap garren

"Iya bener banget" ucap aya

"Istrimu le yang masak" ucap Uma dan asya menunduk malu karena semuanya menatapnya

"Ihh mbak asya besok ajarin Aya masak Yaa" ucapnya semangat

"Siapp" ucapnya

setelah itu mereka makan tanpa bersuara. Asya bergegas berangkat karena sudah hampir telat, ia tidak lupa berpamit kepada Uma dan abinya

"Saya ngajar dulu, sekolah yang bener. Semangat sekolahnya" pamit garren

"Iya, hati-hati Gus" jawab nya lalu menyalami tangan garren dan garren mengcium puncak kepaala asya.

Hati asya serasa disko "bener nih asya di cium Gus garren lagi" batinnya

"AYO BANG AYA TELAT NANTI" teriak Aya dari samping mobil

"IYA" jawabnya

Lalu garren berangkat mengantar aya setelah itu ia ke kampus untuk mengajar.

---

Sekarang asya beraada di kelas bersama Erina dan Linda. Mereka bercanda ringan bersama-sama. Dan asya bertanya tentang key.

"Key kapan balik Yaa?" Tanyanya

"Sabar sya habis ini balik deh." Jawab Linda

"Hooh, gamungkin marahan lama-lama kan sahabat" tambahan Erina

"Iya semoga" jawabnya

"Eh jam terakhir suami kamu kan?" Tanya Erina

"Iya tuh, cie cie" ucap Linda

"Apa sih kalian, tuh udah masuk gus garren nya" jawab asya dengan kesal lalu melirik garren dan garren memberikan senyum kepadanya

"Masyaallahh bener itu suami asya" batinnya

"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatu" ucapnya didepan

"Walaikumsalam warahmatullahi wabarokatu" jawabnya serempak

"Baik hari ini saya kasih tugas untuk menghafalkan hadits yang kemarin kita bahas. Lalu maju satu-satu urut absen" ucap garren lagi

"Iya guss." Jawabnya

"Ih susah panjang lagi" ucap salah satu yang ada dikelas

"Jangan mengeluh atau kamu saya hukum menghafalkan surah Al-Baqarah dalam satu malam" ucap garren tegas.

"Iya, maaf gus" jawabnya

"Galak dan tegas banget suami kamu syaa" ucap linda dengan lirih

"Hemm" jawab asya fokus menghafalkan

"Sudah hafal semuanya?" Tanyanya

" Sudah Gus"

" Oke, saya mulai dari anandita haira"

"Selanjutnya Asyara Alhumaira"

Lalu asya maju. Dan sesampainya didepan garren senyum manis kepada asya.

"Jangan liatin asya kaya gitu dong Gus" ucapnya kesal

"Kamu lucu humairaku" jawabnya

"Ini jadi setor nggak Gus" tanyanya

"Iya silahkan"

-----

Segini duluu yaww.

Jgn lupa vote dan comment

Terimakasih semuanyaa💐

Contents
Contents

Comments(0)

Join the discussion — sign in to leave a comment

Sign In to Comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!